Rabu, 03 Juni 2009
Aku benci jatuh cinta .
Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak isi hati kamu .
Aku benci terkejut melihat sms kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu untuk membalasnya, menghapusnya, dan memikirkan kata demi kata .
Aku benci ketika jatuh cinta semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat .
Aku benci setiap gumpalan nafas yang aku hembuskan selalu terselip nama mu .
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah .
Aku benci untuk berfikir aku bisa begini terus semalaman tanpa harus tidur .
Aku benci ketika aku bertemu kamu dalam mimpi dan aku enggan untuk bangun lagi .
Aku benci melihat kamu bersama orang lain, karena itu sungguh membuat ku tidak bisa bernafas bebas .
dan aku sungguh benci saat mengetahui kamu milik orang lain .
Aku benci saat melihat kamu tersenyum sehingga membuat hatiku bergemuruh dan ingin melompat keluar .
Aku benci saat mengetahui aku hanya bisa menjadi bahu-mu, bahu dmana aku digunakan saat kamu membutuhkan .
Aku benci melihat kamu bersikap manja bersama orang lain di seberang sana .
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu .
Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu karena di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan . . . .
Dari,
Seseorang yang sungguh membenci kamu .
by:RD




great !!!
jd terharu .